Gerakan 30 September (dahulu juga disingkat G 30 S PKI, G-30S/PKI), Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh), Gestok (Gerakan Satu Oktober) adalah sebuah peristiwa yang terjadi selewat malam tanggal 30 September sampai di awal 1 Oktober 1965 di saat tujuh perwira tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha percobaan kudeta yang kemudian dituduhkan kepada anggota Partai Komunis Indonesia.
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Rabu, 30 September 2015
Kamis, 24 September 2015
Tragedi Semanggi I & II
Tragedi Semanggi menunjuk
kepada 2 kejadian protes masyarakat terhadap pelaksanaan dan agenda Sidang Istimewa MPR yang mengakibatkan
tewasnya warga sipil. Kejadian pertama dikenal dengan Tragedi Semanggi Iterjadi
pada tanggal 11-13 November 1998, masa pemerintah
transisi Indonesia, yang menyebabkan tewasnya 17 warga sipil.
Kejadian kedua dikenal dengan Tragedi Semanggi II terjadi pada 24
September 1999 yang
menyebabkan tewasnya seorang mahasiswa dan 11 orang lainnya di seluruh Jakarta serta
menyebabkan 217 korban luka-luka.
Kamis, 17 September 2015
Penyerbuan Meester Cornelis (Jawa 1811)
Penyerbuan Jawa 1811 pada 1810-1811 adalah sebuah perang antara Britania Raya dan Belanda yang terjadi seluruhnya di pulau Jawa di Indonesia. Gubernur-Jendral Hindia-Belanda, Herman Willem Daendels (1762-1818), memperkuat pulau Jawa terhadap kemungkinan adanya serangan Inggris. Pada 1810 sebuah ekspedisi Perusahaan Hindia Timur Britania yang kuat di bawah Gilbert Elliot, gubernur-jendral India, merebut pulau Bourbon (Réunion) dan Mauritius milik Perancis di Samudra Hindia dan pulau Ambon dan Maluku milik Hindia-Belanda. Setelah itu rombongannya menuju Jawa dan kemudian merebut kota pelabuhan Batavia (Jakarta) pada Agustus 1811, dan memaksa pihak Belanda menyerah di Semarang pada 17 September 1811. Jawa, Palembang, Makassar dan Timor diserahkan kepada pihak Britania.
Letnan Gubernur Jawa yang dilantik, Thomas Stamford Raffles (1781-1826) mengakhiri metode pemerintahan Belanda, membebaskan sistem kepemilikan tanah, dan memperluas perdagangan. Pada Kongres Wina 1815, diputuskan bahwa Britania harus mengembalikan Jawa dan kekuasaan Hindia-Belanda lainnya kepada Belanda sebagai bagian dari persetujuan yang mengakhiri Perang Napoleon.
Melaka misalnya, dikembalikan kepada Belanda pada 1818, tetapi terpaksa oleh Belanda harus diserahkan kembali kepada Britania pada 1824 pada Perjanjian London (Traktat London). Kala itu diputuskan bahwa Belanda harus menyerahkan semua wilayahnya di Semenanjung Melayu pada Britania dan Britania menyerahkan semua wilayahnya di Sumatra pada Belanda.
![]() |
| Diagram Meester Cornelis (Sekarang Jatinegara, Jakarta) |
Sabtu, 09 Mei 2015
Dinasti Isyana
·
Asal – Usul
Nama
dynasty isyana diambil dari gelar raja pertama kerajaan Medang yang ada di Jawa
Timur, yaitu Mpu Sindok yang bergelar Sri Isyana Wikramadharmottunggadewa.
Dinasti ini merupakan penganut agama Hindu aliran Siwa.
Mpu
Sindok yang menganut agama Hindu diduga merupakan keturunan dari Dinasti
Sanjaya yang memerintah kerajaan Medang periode Jawa Tengah. Salah satu
pendapat menyebutkan bahwa Mpu Sindok adalah cucu dari Mpu Daksa yang memerintah
tahun 910-an. Mpu Daksa meupakan pencipta dari Sanjayawarsa (kalender Sanjaya)
untuk menunjukkan bahwa dirinya adalah keturunan dari Dinasti Sanjaya, Jadi,
dapat dikatakan bahwa Mpu Daksa dan Mpu Sindok merupakan keturunan dari Dinasti
Sanjaya.
Mpu
Sindok memindahkan kerajaan Medang dari Jawa Tengah ke Jawa Timur disebabkan
meletusnya Gunung berapi. Mpu Sindok tidak hanya memindahkan istana Medang ke
timur, namun ia juga dianggap telah mendirikan dinasti baru bernama Wangsa
Isyana.
Kesultanan Banten: Persekutuan Sultan Haji Dan VOC Dalam Upaya Menggulingkan Sultan Ageng Tirtayasa Dan Menguasai Banten Tahun 1680-1687
Pendahuluan
Latar Belakang.
Kesultanan Banten didirikan pada tahun 1527
oleh Maulana Hasanuddin putra dari Sunan Gunung Jati. Seiring dengan kemunduran
Demak terutama setelah meninggalnya Trenggana,
Banten yang sebelumnya vazal dari Kerajaan Demak, mulai melepaskan diri dan
menjadi kerajaan yang mandiri.[1]Setelah
menjadi Kesultanan sendiri, Maulana Hasanuddin memerintah Banten mulai tahun
1552-1570. Setelah Maulana Hasanuddin wafat, ia digantikan oleh
penerus-penerusnya, yakni Maulana Yusuf (1570-1580), Maulana Muhammad (1580-1596),
Pangeran Ratu (1596-1651), dan Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1680).
Di bawah Sultan Ageng Tirtayasa yang
memerintah dari tahun 1651 samapai tahun 1682 Banten mencapai puncak kemegahan
baik di bidang perekonomian, politik, maupun kebudayaan.[2]
Rumusan Masalah.
1.
Apakah penyebab dari terjadinya
perang saudara?
2.
Bagaimanakah
perlawanan-perlawanan yang terjadi selama perang saudara berlangsung?
3.
Bagaimana dampak dari perang
saudara terhadap Banten?
Rabu, 15 Oktober 2014
REVIEW MILITER DAN POLITIK DI INDONESIA
Tentara dengan
kekuatan politiknya dimana Tentara Indonesia tidak pernah membatasi dirinya
sebagai kekuatan militer saja tetapi dia juga menjadikan dirinya sebagai
kekuatan politik. Hal
ini ditegaskan pada masa Revolusi Kemerdekaan 1945 – 1949, tentara tidak hanya berkuasa
secara militer tapi juga secara politik, dimana kekuasaan sipil
ada dibawah militer. Para
perwira militer merasa mempunyai tanggung jawab untuk keselamatan negara dalam
sistem pemerintahan yang sedang berlangsung,para perwira tidak turun sebagi
aktor utama dalam dunia politik tetapi mereka
berperan sebagai orang di balik layar,seperti yang di ungkapkan oleh
Kepala Staf Angkatn Darat Major Jenderal Abdul Harris Nasution dalam konsepnya
yaitu “Jalan Tengah”, Tentara
tidak akan mengambil kesempatan untuk mengambil alih pemerintahan tetapi
tentara juga tida akan tinggal diam dalam urusan politik. Konsep “Jalan
Tengah”yang dikemukakan oleh Nasution mengakibatkan tentara mempunyai peran
dalam dunia ekonomi,dimana para tentara memainkan peran diseluruh aspek sipil
bukan untuk mendapatkan kedudukan ekslusif tetapi untuk mendominasi peran
tentara dalam kehidupan pemerintahan sipil. Peran tentara dalam
dunia ekonomi ini telah menempatkan tentara sebagai suatu seorang individu yang
dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan material mereka sendiri.Jadi tentara
memanfaatkan posisi mereka dalam dunia ekonomi ini untuk mendapatkan materi
yang sebanyak-banyaknya tanpa mempedulikan korps yang mereka bawa.
Selasa, 24 Desember 2013
JEPARA DIBAWAH PIMPINAN RATU KALINYAMAT (1546-1579)
I. PENDAHULUAN
Bahasan mengenai sejarah
Indonesia memanglah sangat menarik untuk dikaji khususnya periode abad 16
hingga 18, bahkan tiap-tiap wilayahpun seolah-olah lupa akan sejarah
wilayah itu sendiri yang tak dipungkiri wilayah itu bukan hanya berjaya dimasa
kini tetapi sudah menjadi wilayah penting sejak jaman dahulu atas ketangguhan
seorang pemimpin juga. Mengingat para sejarawan kita masa-masa ini hanya
terfokus terhadap perpolitikan yang dominan dipimpin kaum laki-laki sejak jaman
kolonial hingga reformasi, padahal peranan kaum perempuan pun tidak kalah
penting dalam kancah perpolitikan bahkan pemerintahan. Ketika kita tahu
bagaimana perjalanan sejarah dan kejayaannya sejak ratusan tahun yang lalu, itu
akan menambah rasa cinta kita terhadap Indonesia, kita akan mengetahui banyak
hal bagaimana sepak terjang wilayah kita dan bagaimana pemimpinnya hingga
menjadi wilayah seperti sekarang ini. Ketika mempelajari bahasan ini, kita akan
memperoleh pandangan yang lebih lengkap bagaimana peranan historis dan
kedudukan seorang wanita juga memainkan peranan penting sehingga mampu memimpin
Jepara menjadi suatu wilayah yang diperhitungkan pada masa kerajaan Demak. Ratu
Kalinyamat adalah sosok wanita yang mandiri, tangguh, bahkan disegani di
masanya.
Langganan:
Postingan (Atom)
